Bismillahirrohmanirohim..
Kalau pekan ini ada yang sengaja menyiapkan waktu di tanggal 20 Oktober untuk memasang Fedora 45, kabar ini perlu dibaca lebih dulu: rilisnya batal di tanggal itu dan bergeser ke Selasa, 27 Oktober 2026. Keputusan itu keluar dari rapat final Go/No-Go pada Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 17.00 UTC, dan yang menarik, penyebabnya bukan satu bug besar yang dramatis. Fedora 45 mundur karena proyeknya sama sekali belum punya kandidat rilis (RC) yang layak diuji.
Bagi sebagian orang, “mundur” terdengar seperti kabar buruk. Bagi saya, justru di situlah sisi menariknya: cara sebuah proyek besar memutuskan untuk tidak mengirim barang setengah jadi. Jadi mari saya ceritakan apa yang sebenarnya terjadi, siapa saja yang menahan rilisnya, dan kenapa penundaan ini punya pelajaran yang berguna buat siapa pun yang mengurus server.
Bukan dibatalkan, tapi belum boleh dinyatakan “GOLD”
Setiap rilis Fedora melewati satu rapat khusus bernama Go/No-Go, yang dihadiri perwakilan Development, Release Engineering, dan QA. Menurut halaman proses resmi proyeknya, rilis baru boleh dinyatakan GOLD kalau empat syarat terpenuhi: RC sudah tersedia, tidak ada blocker bug yang tersisa, matriks pengujian selesai, dan Fedora CoreOS serta IoT sudah siap.
Di rapat 15 Oktober itu, syarat pertamanya saja tidak lolos. Notulen rapatnya mencatat singkat: “There is no suitable rc for F45 Final.” Tanpa RC, keputusannya otomatis No-Go — tidak perlu voting panjang, karena memang belum ada yang bisa dinilai. Pengumuman resminya di milis devel-announce, yang ditulis Fedora Operations Architect Aoife Moloney, menyebut hal yang sama: karena tidak ada RC yang cocok, Fedora 45 Final default-nya No-Go.
Ada satu detail proses yang saya suka di sini: begitu rilis dinyatakan GOLD, keputusan itu tidak bisa ditarik lagi. Hasil pengujian jelek yang muncul belakangan tidak akan membatalkannya. Itu sebabnya rapat ini ketat — kalau ragu, tunda. Rapat Go/No-Go berikutnya sudah dijadwalkan pada Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 17.00 UTC, dan target resminya kini tanggal 27 Oktober. Kalau di rapat itu belum lolos juga, ada satu cadangan lagi: 3 November 2026.
Siapa yang sebenarnya menahan Fedora 45?
Di dunia pengembangan, ada istilah blocker bug: bug yang wajib dibereskan sebelum rilis keluar. Selain itu ada freeze exception, yaitu bug yang tetap boleh masuk meski kode sudah dibekukan. Saat halaman pelacak blocker Fedora 45 Final saya buka, isinya seperti ini:
- 3 blocker yang masih berstatus usulan (menunggu voting QA),
- 7 blocker yang sudah diterima,
- 1 usulan freeze exception dan 11 freeze exception yang sudah diterima.
Isi daftarnya justru sangat “membumi”, bukan hal-hal eksotis. Ada citra boot Server aarch64 yang ukurannya melebihi batas maksimum, Anaconda yang bisa crash saat instalasi dengan layout Stratis yang sudah ada, initial-setup yang kadang tidak muncul di konsol serial, sampai satu bug yang cukup menggelitik: pengaturan password gagal di instalasi dengan bahasa Turki.
Tapi pemain utamanya jelas satu: oo7. Tiga dari bug di daftar itu menyangkut oo7, mulai dari aplikasi yang tidak bisa menulis password karena tipe kontennya dianggap tidak valid, Nautilus/GIO yang gagal memakai ulang passphrase SSH untuk koneksi sftp, sampai sisa gnome-keyring-daemon yang masih jalan setelah upgrade dari Fedora 44.
Jadi kalau ada yang menyangka Fedora 45 ditahan gara-gara wallpaper baru belum selesai, bukan ya. wkwk. Yang menahan rilisnya adalah komponen yang justru paling menyentuh hidup sehari-hari pengguna: penyimpan password dan installer.
oo7: pergantian penyimpan password yang paling berisiko
Fedora 45 mengganti penyedia Secret Service default desktopnya dari GNOME Keyring ke oo7. oo7 adalah implementasi ulang berbasis Rust untuk API org.freedesktop.secrets — bus D-Bus yang sama yang selama ini dijawab GNOME Keyring. Rencananya migrasi berjalan otomatis, dan sejumlah desktop besar (GNOME, COSMIC, dan lainnya) memang sedang menuju arah yang sama.
Menariknya, halaman perubahan Fedora menandai perubahan ini sebagai blocks release? Yes, dengan rencana cadangan sederhana: kalau gagal, kembalikan ke gnome-keyring dan tunda ke rilis berikutnya. Transisi untuk KDE pun sengaja dikeluarkan dari siklus ini dan ditunda ke perubahan berikutnya, karena Plasma masih memakai jalurnya sendiri.
Bagi saya ini pelajaran klasik untuk siapa pun yang mengurus sistem: mengganti lapisan otentikasi sekaligus kredensial di rilis besar adalah pekerjaan yang gampang berubah jadi mimpi buruk. Fedora memilih menahan barangnya sepekan daripada mengirim keyring yang mogok di mesin penggunanya.
Yang berubah di Fedora 45 untuk pengguna server
Kalau yang dicari alasannya upgrade, ini poin-poin yang paling terasa di sisi admin — bukan cuma wajah desktopnya:
- kmscon menggantikan fbcon. Konsol virtual tidak lagi memakai konsol kernel yang umurnya belasan tahun.
- Verifikasi tanda tangan RPM jadi default (RPM 6.1).
rpm -ipada paket yang kuncinya belum diimpor kini gagal, bukan sekadar memberi peringatan. Ini kabar bagus untuk keamanan rantai pasok, tapi berarti repositori pihak ketiga yang tidak menandatangani paketnya akan bermasalah. - Repo config pindah dari
/etcke/usr, sehingga/etc/yum.repos.d/datang dalam keadaan kosong. - ptrace dibatasi secara default untuk pengguna tanpa hak istimewa, dan dilonggarkan begitu paket debugger terpasang.
- DNF5 tidak lagi otomatis mengganti vendor paket saat upgrade.
chpasswddannewuserskini lewat PAM, jadi aturan kualitas dan riwayat password ikut berlaku.- Versi komponen: kernel 7.2, systemd 262, glibc 2.44, GCC 16.2, LLVM 23, Python 3.15, Go 1.27, OpenSSL 4.0, Podman 6, MariaDB 12.3, MySQL 9.7, GNOME 51, dan Plasma 6.7.
Satu catatan jujur: kernel 7.2 dan Plasma 6.7 sudah lebih dulu sampai ke Fedora 44 lewat jalur update, jadi keduanya bukan alasan tunggal untuk pindah. Yang benar-benar baru justru lapisan perkakas dan perubahan perilaku seperti penandatanganan RPM dan ptrace tadi.
Pada saat saya menulis ini, halaman jadwal resmi Fedora masih menampilkan 20 Oktober sebagai “current final target”, sementara pengumuman resminya menyebut jadwal akan diperbarui tak lama lagi. Jadi kalau kamu membuka halaman yang sama dan angkanya belum berubah, itu bukan berarti penundaannya batal.
Tenggat yang tidak ikut mundur: Fedora 43
Ada satu tanggal yang tidak bisa ditawar dan tidak ikut bergeser: Fedora 43 mencapai end of life sekitar awal Desember 2026. Artinya, setelah tanggal itu tidak ada lagi update keamanan untuk rilis tersebut. Sementara itu Fedora 45 sendiri menyatakan masa dukungannya sampai 24 November 2027.
Menurut saya justru inilah inti ceritanya. Sepekan penundaan itu murah. Yang mahal adalah menjalankan server produksi di atas rilis yang sudah EOL, tanpa tambalan keamanan, sambil berharap tidak ada yang menemukan celahnya. Jadi kabar penundaan ini sebaiknya dibaca sebagai bonus waktu: pakai untuk membaca catatan rilis, memeriksa repositori pihak ketiga yang mungkin tidak menandatangani paketnya, dan menyiapkan jendela maintenance yang layak — bukan dijendela kecil tengah malam karena panik.
Satu minggu itu harga yang murah
Saya termasuk yang lebih suka melihat rilis mundur ketimbang sistem rusak. Budaya “tunda sepekan, jangan kirim barang yang belum siap” terdengar sederhana, tapi butuh keberanian: harus ada yang mau mengumumkan No-Go ke publik, dan ada yang mau menerima bahwa tanggal yang sudah dijanjikan bergeser. Yang menarik, alasan di balik penundaan kali ini bukan satu kehebohan besar, melainkan tumpukan pekerjaan teknik biasa — ukuran citra boot, installer, dan satu daemon penyimpan password. Begitulah kenyataannya: sebagian besar kerja sistem yang sehat memang terasa membosankan.
Kalau kamu memang menunggu Fedora 45 untuk dicoba, sabar sehari-seminggu ya. Pantau saja rapat Go/No-Go berikutnya di tanggal 22 Oktober; dari situ akan kelihatan apakah 27 Oktober bertahan atau mundur sekali lagi. Dan kalau kamu masih memegang Fedora 43, jangan menunggu sampai Desember — mulai siapkan langkah upgrade-nya dari sekarang.
Assalamu’alaikum warrohmatullahi wabarookaatuh..

